Pengertian Dan Pemahaman Big Data




Big data adalah istilah yang menyatakan volume data yang besar. Tapi, perlu kamu ketahui, bukan jumlah datanya yang penting, melainkan tujuan yang dilakukan oleh seseorang dengan data itulah yang penting.

Singkatnya, big data, teknologi canggih yang memiliki kapasitas lebih besar dan kumpulan data yang lebih kompleks.

Kumpulan data ini memiliki cakupan yang sangat luas sehingga perangkat lunak pengolah data tradisional tidak akan mampu mengelolanya.

Kapasitas data yang sangat besar ini dapat kamu gunakan untuk mengatasi masalah bisnis yang mungkin tidak bisa kamu tangani sebelumnya.


Menyambung penjelasan sebelumnya, data-data tersebut dikonversi menjadi informasi yang dapat membantu pengguna untuk membuat keputusan strategis di suatu instansi.

Untuk lebih jelasnya, kamu bisa cek ulasan di bawah ini :
  • Integrasi. Big data menyatukan data dari banyak sumber dan aplikasi yang berbeda. Mekanisme integrasi data tradisional, seperti ETL (extract, transform, dan load) sudah tidak relevan jika diterapkan pada konsep big data. Dibutuhkan strategi dan teknologi baru untuk menganalisis big data pada skala terabyte, atau bahkan petabyte. Selama integrasi, kamu perlu memasukkan data, memprosesnya, dan memastikan bahwa formatnya tersedia dalam bentuk yang diperlukan untuk analis bisnis kamu.
  • Kelola. Big data membutuhkan tempat penyimpanan yang bisa menyimpan data dalam bentuk apa pun. Dengan big data, kamu bisa melakukan pemrosesan yang kamu inginkan. Banyak orang memilih solusi penyimpanan big data seperti Cloud. Cloud secara bertahap mendapatkan popularitas karena mendukung persyaratan komputasi kamu saat ini dan memungkinkan kamu untuk menggunakan fitur sesuai kebutuhan.
  • Analisis. Nilai praktis big data akan terasa ketika kamu menganalisis dan menindaklanjuti data kamu. Karena di situlah kamu akan mendapatkan kejelasan baru dengan analisis visual dari beragam set data kamu. Kamu bisa menjelajahi data lebih dalam untuk membuat penemuan baru dan membagikan temuan itu dengan orang lain. Kamu juga bisa membangun model data dengan machine learning dan kecerdasan buatan.

Mengenal 3V pada Big Data

3V yang mendefinisikan big data antara lain:
  • Volume. Di era revolusi industri 4.0 ini, kamu bisa melihat pertumbuhan eksponensial dalam penyimpanan data karena data sekarang lebih dari sekadar data teks. Kamu akan menemui data dalam format video, musik, dan gambar berukuran besar di social media kamu. Saat ini, memiliki Terabytes dan Petabytes pada sistem penyimpanan di perusahaan dianggap wajar. Ketika database mengalami pertumbuhan, aplikasi dan arsitektur yang dibangun untuk mendukung data pun perlu dievaluasi kembali.
  • Velocity. Pertumbuhan data dan popularitas media sosial telah mengubah cara kita melihat data. Saluran berita dan radio memungkinkan kamu untuk menerima berita lebih cepat. Kini, orang-orang berlomba-lomba membalas suatu postingan di media sosial untuk memperbaruinya dengan kejadian terkini. Di media sosial, terkadang pesan yang terkirim beberapa jam atau menit yang lalu sebagai “pesan lama”. Intinya, regulasi data sekarang hampir real time dan rentang waktu pembaruan telah berkurang menjadi sepersekian detik.
  • Variety. Data kini sudah bisa disimpan dalam berbagai format. Misalnya database, excel, csv, akses atau file teks sederhana lainnya. Namun, terkadang, kamu membutuhkan data yang tidak tersedia dalam format tradisional, misalnya dalam bentuk video, SMS, pdf atau sesuatu yang kamu mungkin belum memikirkannya. Adalah kewajiban suatu organisasi untuk mengatur data-data tersebut. Hal itu akan sangat mudah dilakukan jika mereka memiliki data dalam format yang sama atau mengatasinya variasi format file tersebut dengan big data, teknologi canggih.
Sumber : www.jagoanhosting.com/blog/big-data-teknologi-paling-canggih

Comments