Internet of Things (IoT), merupakan Suatu konsep yang mempunyai kemampuan untuk mentransfer data dan memperluas manfaat dari konektivitas internet yang tersambung secara terus-menerus tanpa memerlukan interaksi manusia ke komputer. Istilah IoT ini pertama kali dikemukakan pada tahun 2009 oleh Kevin Ashton dan mulai terkenal melalui Auto-ID Center. Metode yang digunakan dalam Internet of Things (IoT) adalah nirkabel atau pengendalian secara otomatis tanpa mengenal jarak.
Cara kerja dari IoT yaitu memanfaatkan sebuah argumentasi pemrograman yang setiap perintah dari suatu argumen menghasilkan sebuah interaksi dan komunikasi antara sesama mesin yang terhubung secara otomatis dan yangmenjadi media penghubung antara perangkat tersebut adalah internet . Data yang berasal dari perangkat cerdas tadi tidak terbatas dan apabila disambungkan dan dianalisa, didapatlah suatu wawasan / pemahaman yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Saling terhubungnya perangkat-perangkat cerdas ini serta data yang dihasilkan adalah intisari dari Internet of things.Di masa sekarang ini Internet Of Things semakin merajalela, karena didorong oleh berbagi hal seperti turunnya komponen pendukung.
Internet Of Things (microchips, layanan awan, alat GPS, dsb), kebutuhan yang meningkat (karena orang semakin memahami manfaat Internet Of Things), keanekaragaman perangkat yang semakin luas, solusi komunikasi M2M (mesin ke mesin) yang semakin mudah, kemajuan di dunia piranti lunak, dan potensi Internet Of Things untuk menciptakan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi.
Perangkat-perangkat IoT terhubung dalam sebuah jaringan mesh satu sama lain dan mengirimkan sinyal. Perangkat tersebut mampu mentransfer sinyal sehingga dapat menghubungkan ribuan sensor dalam satu area yang luas, seperti kampus atau kota. Internet of Things terdiri dari beberapa komponen diantaranya, platform hardware, gateway, software, dan layanan cloud.
Indonesia selain memiliki keunggulan dalam bidang e-commerce dan platform pembayaran juga memiliki sektor yang baru saja berkembang yaitu dalam bidang Internet of Things yang memiliki dampak bagi kehidupan sehari-hari di perkotaan maupun pedesaan. Regi Wahyu founder dan CEO dari CI- Agriculture mengatakan terdapat tiga elemen yang dapat mendorong perkembangan teknologi Internet of Things, elemenelemen tersebut diantaranya :
- Sensor dan actuator, dua alat ini berfungsi sebagai penyedia informasi digital.
- Connectivity, yaitu jaringan nirkabel yang bertanggung jawab untuk menghubungkan peralatan satu dengan peraltanyang lainnya.
- People dan process, menjadi pengguna akhir yang bertujuan untuk memproses dan menghubungkan elemen satu dan elemen kedua.
Dengan adanya ketiga elemen tersebut dapat mendorong perkembangan big data yang dapat memproses semua data yang berasal dari ketiga elemen tersebut. Didunia banyak ditemukan peralatan yang sudah terhubung denga internet. Peralatan atau aplikasi yang bisa digunakan untuk menghubungkan perangkat satu dengan perangkat lainnya, contohnya yaitu:
- Laptop dapat mengendalikan perangkat lain secara tepat dan cepat. Sebagai contoh kita dapat memantau rumah atau ruangan saat kita sedang bekerja diluar menggunakan CCTV yang disambungkan dengan laptop kita.
- Smartphone juga bisa digunakan untuk belanja online jika terdapat aplikasi dalam smartphone tersebut dan terhubung dengan koneksi internet, jadi kita tidak harus membuang waktu untuk pergi ke toko untuk membeli sesuatu yang kita butuhkan
- Ipad Seperti laptop dan smartphone, ipad juga bisa mengendalikan beberapa peralatan. Ipad juga bisa terkoneksi dengan smartphone agar kita bisa mentransfer data dengan mudah.
Banyak manfaat yang didaptakan dari penggunaan Internet of Things . Dengan menggunakan Internet of Things pekerjaan yang kita lakukan dapat menjadi cepat, mudah, efisien. Selain itu juga kita dapat memantau dan mendeteksi pengguna dimanapun ia berada, contohnya yaitu :
- Barcode yang tertera pada sebuah produk. Dengan barcode kita dapat melihat barang mana yang paling banyak terjual dan produk yang mana kurang diminati. Dengan barcode kita tidak perlu susah-susah menghitung produk secara manual.
- Traffic & Transport System. Setiap lampu merah di jalan raya memiliki CCTV terkoneksi secara real-time ke sebuah data center. Rekaman CCTV secara otomatis mampu meprediksi traffic dijalan raya secara cepat dan repat.
- School System. Saat ini banyak sekolah yang sudah menerapkan sistem e-learning untuk siswanya. Bahkan Internet of Things dibidang pendidikan dapat membantu siswanya mengurangi beban bawaanya dengan membawa device untuk mencukupi modul pelajaran.
- Health System. Dibidang kesehatan Internet of Things dapat menghubungkan dokter dan pasien dari jarak jauh. Serta terdapat jam pintar yang dapat melaporkan rekam medis seperti detak jantung dan kadar gula ke sebuah data center yang kemudian data tersebut diolah dan bisa memberikan saran-saran tertentu untuk pengguna agar bisa lebih menjaga kesehatanya.
- Sistem air cerdas di kota Doha, Sao Paulo, dan Beijing mengurangi kebocoran air 40-50% dengan meletakkan sensor pada pompa dan infrastruktur air lainnya.
- Sistem pengelolaan sampah. Di Cincinnati, volume sampah masyarakat turun 17% dan volume daur ulang meningkat hingga 49% melalui pemanfaatan program “pay as you throw” berbasis teknologi IoT untuk memonitor siapa yang membuang sampah melebihi batas.
Sumber : Buku Analisa Kebutuhan Dan Perancangan Sistem Informasi. (Pascasarjana Universitas Budiluhur 2019)

Comments
Post a Comment