Pengenalan Global Teknologi Industri Versi 5.0




Teknologi yang sangat berkembang begitu pesat seakan membuat masyarakat berlomba-lomba menciptakan sesuatu yang baru memanfaatkan teknologi yang sudah hampir semua tergolong canggih, belum selesai Indonesia mempersiapkan Pendidikan untuk menghadapi revolusi industri 4.0, saat ini sudah muncul hal lain yang tidak kalah penting yaitu Society 5.0, awal kemunculan society 5.0 berasal dari negara Jepang, negara maju dengan dikelilingi teknologi yang sangat modern dan menjadi panutan terhadap semua negara yang tidak ingin terlindas zaman dan terbelakang dikarenakan kurangnya penerapan akan teknologi yang semakin canggih dan lebih modern.

Society 5.0 menggambarkan bentuk ke-5 dari kemasyarakatan dalam sejarah manusia, mengikuti secara kronologis, Sebelumnya di Jepang juga dikenal society 1.0 yang di sebut juga masyarakat perburuan, kemudian society 2.0 yang disebut juga masyarakat pertanian, kemudian berkembang lagi menjadi society 3.0 yang disebut juga masyarakat industri, lalu perkembangan zaman menjadi mulai berkembang lagi menjadi society 4.0 yang disebut juga dengan masyarakat informasi, revolusi industri keempat ini menciptakan layanan-layanan dan nilai-nilai baru setelah yang lainnya, juga mengantarkan pada hidup yang lebih kaya untuk segala  aspek  terutama  di  dalam  dunia  bisnis,  saat  mulai diterapkan juga sangat berguna dalam melayani serta memudahkan masyarakat dalam segala kepentingan.

Society 5.0 didefinisikan sebagai masyarakat yang berpusat pada manusia yang menyeimbangi kemajuan ekonomi dengan penyelesaian masalah sosial dengan sistem yang sangat mengintegrasikan ruang dunia maya dan ruang fisik. Dalam masyarakat informasi (Society 4.0), pembagian informasi dan pengetahuan secara menyilang masih tidak cukup, dan juga kerja sama sulit untuk tercapai. Karena terdapat batas atas apa yang bisa dilakukan oleh seseorang, menemukan informasi penting dari informasi-informasi yang sangat berlimpah dan kemudian menganalisanya menjadi sebuah beban bagi seseorang, dan tenaga kerja juga cakupan aksi sangat dibatasi oleh faktor usia dan perbedaan kemampuan. 

Karena terdapat berbagai batasan, isu-isu masyarakat seperti angka kelahiran yang menurun (pada negara tertentu, khususnya Jepang), penuaan populasi, dan pengurangan populasi lokal, mengakibatkan respon terhadap isu-isu tersebut menjadi sulit. Perbaikan sosial dalam Society 5.0 akan mencapai masyarakat yang berfokus untuk melihat ke depan dan akan merobohkan stagnasi, sebuah masyarakat yang anggotanya memiliki rasa hormat satu sama lain, melampaui generasi-generasi, dan sebuah masyarakat yang setiap orangnya dapat memiliki hidup yang aktif dan menyenangkan. Hal ini sebenarnya tidak berbeda jauh dengan revolusi industry 4.0, keduanya sama sama mengarah pada kecerdasan buatan manusia dalam kehidupan dan tatanan dunia industry. Namun terdapat beberapa hal yang membedakan sebagai identitas masing-masing dari setiap perkembangan teknologi.


Proses Society 5.0 Dalam Bekerja

Society 5.0 mencapai derajat yang tinggi dalam konvergensi cyberspace (ruang virtual) dan physical space (ruang nyata). Di masyarakat informasi (Society 4.0) yang lalu, orang-orang akan mengakses sebuah cloud service dalam ruang virtual melalui internet dan kemudian mencari, memperoleh, dan menganalisa informasi atau data. 
Dalam Society 5.0, sejumlah besar informasi dari sensor-sensor dalam ruang nyata diakumulasi dalam ruang virtual. Dalam ruang virtual, data yang besar ini akan dianalisa oleh Artificial Intelligence (AI), dan hasil analisis akan diberikan kembali kepada manusia di ruang nyata dalam berbagai bentuk.  
Dalam masyarakat informasi yang lalu, praktek umumnya adalah dengan mengumpulkan informasi melalui jaringan dan informasi tersebut dianalisa oleh manusia. Namun, dalam Society 5.0, masyarakat, benda-benda, dan sistem-sistem semuanya dihubungkan dalam ruang virtual dam hasil-hasil yang optimal diperoleh oleh AI, yang mampu melampaui kemampuan manusia, dan akan diberikan kembali ke ruang nyata. Akibatnya, proses ini akan memberikan nilai baru kepada industri dan masyarakat dalam berbagai cara yang sebelumnya mustahil untuk dilakukan.

Comments